Berbahagialah kamu ketika seorang teman masih memperhatikanmu, memarahimu bahkan mungkin mencacimu, bukan karena dia membencimu tapi justru karena dia menyayangimu.
Rabu, 23 Juli 2014
tentang seorang teman
Jumat, 30 April 2010
"ketika benci itu datang"
Benci ?? Mengapa harus benci ?? Siapa sih yang kita benci ?? Kenapa kita harus membencinya kalau kita masih bisa diam dan memendam serta berusaha mengusir segala kebencian yang ada.
Mengapa sih saat kita gagal bersama dengan orang lain kita harus membencinya ?? Apakah semua harus seperti itu ?? Mengapa tidak kita tanamkan kebaikannya dalam hati kita untuk mengubur semua kebencian itu ??
Mengapa tidak kita kenang saat-saat manis bersamanya demi menghilangkan rasa benci itu ?? Dan mengapa kita tidak diam untuk melupakan segala kebencian kita terhadapnya ?? Mengapa kita harus berkoar-koar ke mana mana demi mengatakan bahwa kita membencinya ?? Mengapa tidak kita berdoa agar kebencian itu berubah menjadi rasa sayang, sayang sebagai teman atau bahkan sayang sebagai saudara, tanpa melupakan segala yang pernah ada ?? Mengapa harus kita luapkan kebencian kita dengan saling memanasi satu sama lain, atau dengan saling berkoar ke sana ke mari hanya demi mengatakan "aku membencimu ?".
Tidak bijak rasanya kita saling membenci hanya karena kita tidak menjadi dekat ??
Kenapa kita begitu picik dengan mengatakan bahwa orang lain yang tidak mengerti kita sementara kita sendiri tidak mau mengerti orang lain, bukankah pada hakekatnya kita harus saling mengerti tanpa tendensi pamrih bahwa kita juga harus di mengerti.. bagaimana kita dapat mengatakan cinta sementara kita sendiri tidak pernah mau mengerti siapa dan apa yang kita cintai.. bagaimana kita dapat mengatakan cinta sementara kita masih bingung harus bagaimana dan harus mengapa dengan cinta kita ?? Apakah pantas kita mengatakan aku cinta padamu sementara kita tidak yakin bahwa kita akan mampu menderita bersamanya ?? Siapkah aku menerima ia apa adanya ??
Kebencian dibalas kebencian takkan pernah membuat masalah itu menjadi berakhir, yang ada masalah bisa bertambah buruk, dan hidup takkan pernah merasa nyaman karena hidup bagaikan dibayangi rasa takut, seperti merasa akan adanya pembalasan atas perbuatan yang telah dilakukannya.
Dan andaikan sebagian orang, memang mempunyai prinsip untuk tidak terlalu mudah baginya untuk memberikan rasa maaf terhadap kesalahan orang lain, terutama hal itu telah membuatnya merasa begitu sakit dan menderita akibat perlakuan orang tersebut, dan rasa tidak suka itu benar-benar telah berubah menjadi kebencian yang amat mendalam, maka untuk memberikan pengertian tentang tidak ada gunanya membenci, sulit juga memberinya pengertian.
Mungkin cara yang tepat adalah menghindari dirinya sejauh mungkin dan berusaha melupakan kesalahan-kesalahannya secara pelan-pelan.
Kesalahan-kesalahan itu sebenarnya terjadi karena sifat dan perilaku seseorang yang nelum tentu disadarinya secara benar, jadi bukan orangnya, jadi seandainya orang itu bisa merubah sifat dan perilakunya, tentu kamu tak perlu lagi membenci orangnya.
Rasa tak suka menimbulkan amarah, amarah berlebihan memicu kebencian, kebencian menyebabkan hidup merasa tidak tenang dan tentram, dan seandainya kamu bisa memadamkan api kebencian dalam dirimu, maka kamulah yang pantas disebut pemenang bagi dirimu sendiri.
Selasa, 27 April 2010
"terima kasih teman"
Walaupun tak tahu salahku apa? dengan rela hati aku selalu memohon maaf secara terbuka padamu..., meski kau acuh aku tak peduli, meski kau hina aku tak dengar, meski kau caci aku tak lihat, aku akan selalu memohon maaf itu... akan kunanti pintu maaf itu terbuka untukku, satu hal yang kuyakin suatu saat pintu maafmu akan terbuka untukku... dan satu pelajaran besar untukku bahwa “JAWABAN yang lembut meniadakan kemarahan, tetapi kata-kata yang kasar menimbulkan pertengkaran.” Ternyata perkataan yang lembut melenyapkan kemarahan…. Bayangkan seorang yang sedang berbicara dengan nada tinggi, kemudian selalu dijawab dengan lembut, lama kelamaan dia akan menyamakan nada-nya dengan lawan bicaranya. Kemudian dengan lembut, bangun pengertian seperti pada langkah pertama. Sehingga amarah yang timbul akan berangsur-angsur reda.... ^_^
Kini AKHIRNYA... semuanya terjawab, tak ada lagi dendam, tak ada lagi pertengkaran... masa lalu itu hanyalah sebuah kesalahan kecil teman
Rabu, 07 April 2010
"benci versus cinta"
Di dalam benci ada cinta, di dalam cinta ada benci. jangan terlalu mencinta karena kita akan membenci, jangan terlalu membenci karena kita akan mencinta.
“Benci dan cinta adalah rasa yang saling berseberangan, keduanya mempunyai belahan berbeda, bila disaat kita membenci harus terus berusaha mencintai, dan ketika cinta itu sudah tidak ada maka janganlah menjadi benci [resapan rasa tanyasaja] “
Kemarin, rasa benci pernah begitu penuh didalam ruanghatiku, aku benci dengan semua yang ada , aku benci dengan semua keadaan yang menimpaku pada saat itu, dan yang paling parah adalah aku membenci orang yang pernah aku cintai. Rasa benci itu membuat aku sesak tak berdaya dan menggelepar bagai ikan kehilangan air. Rasa benci itu membunuhku perlahan.
Tak sadar aku simpan kebencian itu , di rongga-rongga kecil hati, tapi tak sadar juga ternyata itu telah keluar sampai mengalir ke pori-pori kulitku dan melenyapkan rasa cinta yang mungkin dulu terpelihara .
Duh .. kata-kata diatas seperti menampar aku saat ini. Pada saat membenci itu aku tidak ingin sama sekali mencintai, apa gunanya ? , tidak akan ada lagi cinta untuk rasa benci ini. Aku buat sebuah keputusan dengan rasa benci . Hmmm keputusan yang akhirnya tidak menjadi nyata ketika semua kebencian hilang karena rasa cinta ternyata lebih mewabah didalam nya . Cinta menunggu saat yang tepat untuk bersuara.
Jadi benar adanya ketika membenci tetaplah berusaha mencinta . Ketika amarah benci sudah di dada, tetap tanya ruanghatimu tentang cinta mu yang pernah ada .
Di tempat lain, ketika rasa cinta memang sudah tidak ada , kebencian tidak boleh hadir menggantinya. Ya aku tidak boleh membencinya , kami bisa bersahabat, kami bisa bersaudara.
Hari ini hariku lengkap, kudapatkan cinta dan kulepaskan kebencian .
Sabtu, 06 Februari 2010
"aneh, aneh, aneeeh..."
teringat seorang teman pernah berkata padaq 'jangan pernah kmu dekat ma aq, karena kmu bisa gila'
awalnya aq cuman tersenyum mendengarnya...
karna aq pikir dia cuman bercanda,
tapi ternyata aq salah,
ternyata dia lebih mengenal siapa dirinya
memang sejak pertama mengenalnya aq merasa orang ini aneh, aneh, aneeeh???
lebih tepatnya bisa dibilang unik alias antik
tapi jujur aq suka keunikannya, cuek, dingin, gak jelas arahnya dan juga gak jelas tujuannya...he3
bagiku suatu teka teki besar bisa berteman dengannya
ibarat kata dia adalah 1 diantara 500
langka pokoknya!!!
dan setelah aq sedikit mengenalnya
aq baru sadar kenapa dia pernah melarang aq dekat dengannya...
mungkin dia terlalu sayang klo aq harus gila
hmmm...
aq jadi merindukannya :)
ah...
masa lalu!
#teman...
tak pernah berhenti q berharap...
Jumat, 05 Februari 2010
"mengumpulkan puing2 semangat"
bintang dilangit kerlip engkau disana
memberi kerinduan disetiap mimpi-mimpinya..
(ni lagu enak banget dinyanyiin klo suasana hati lagi down..)
pernahkan kau berfikir jika hidup ini melaju bebas hambatan kayak jalan tol?
wow...
pasti gak kan ada orang mengeluh
pasti gak kan ada orang menangis
dan pastinya spikiater gak laku kali ya? :)
satu kebiasaan buruk yang ga bisa aq tinggalin sampai saat ini
merenung, menyendiri dan merasa hidup tak berarti
hufff...
klo dah begini... capek dech!!!
berawal dari sebuah pertemanan yang gagal, akhirnya aq menemukan satu teman baru (blogspot.com)
hmmm,,, enak juga ne teman buat diajak sharring.. gak banyak comment, gak banyak tingkah, gak banyak nuntut, pokoknya gak banyak macem2 dech
yang pasti ne teman bisa membuat aq sedikit mengurangi beban di pundak..
pastinya dengan ngomel ngomel sendiri... :)
thanks teman, smoga kita bisa langgeng...
smoga aq gak bosen buat ngomel2in kmu, syukur2 klo banyak pengunjung dan dapet rejeki... hehehe
SEMANGAT! SEMANGAT! SEMANGAAAT!!!
"berawal dari sepatah kata 'gak penting' "
sebegitu membekasnya rasa sakit itu
ketika sepatah kata terucap dari mulutq
"gak penting"
tak kusangka smuanya akan berubah secepat ini
beribu kata maaf pun tak sanggup membayarnya
kini...
q hanya bisa terdiam
melihat mu dari jauh
tersenyum mengenangmu
#teman...
jejakmu masih tertinggal didalam hatiq
"u enemy might be u best friend"
This is the reality...
Ketika seorang teman berubah menjadi seorang musuh,
ketika itu pula q sadari bahwa musuh itu adalah teman terbaikq
Teman...
q yakin smua kata-kata jahatmu bukan dari hatimu...
mendengar kata-kata itu memang sungguh menyakitkan,
tapi sungguh lebih menyakitkan lagi ketika q tak bisa mendengar kata-kata itu lagi
#friend...
i still think all of you...
"ketika sbuah pertemanan harus dibayar mahal"
Smuanya masih membekas dibenakq
ketika kau tersenyum...
ketika kita bicara...
dan ketika kita becanda...
Tapi entah mengapa smuanya berubah begitu saja
tak ada lagi canda dan tak ada lagi bicara...
Hening... sepi...
aq rindu candamu teman...
aq rindu tawamu...
#4ever...
i still hope, might me be u friend again...