Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Oktober 2010

"menanti hari bahagia"







Tak ada peristiwa yang mampu menyentak urat bahagiaku saat ini selain membayangkan kehadiranmu...
hmmm, benar2 sudah tak sabar mama menantimu sayang...
meskipun prediksinya masih lama sih, 26 oktober, hehehe ngebet banget nih pengen lihat wajah mungil dan lucunya adek ka icha ini...

Ayo "Dede" cepatlah lahir dengan normal, lancar, sehat, dan selamat!

"Allahummassabila wa yassirhu"
"Ya Allah berikanlah jalan dan kemudahan-Mu"
amiiin ya Rabb

Read More......

"sampailah di ujung penantianku"










Tak terasa kehamilanku saat ini sudah memasuki minggu ke-37, Kehadiran anak kedua kami, "dedek" sudah diambang pintu...

Rasanya seperti baru kemarin ketika di suatu pagi aku diam2 melakukan test karena rasa penasaran akibat adanya ketidakwajaran pada tubuhku, rasa mual dan muntah yang sering terjadi kukira hanyalah akibat rasa letih dan masuk angin saja. Namun ternyata dengan sedikit tidak percaya aku melihat ’dua garis merah’ di alat test-pack itu, sempat terbesit untuk menyembunyikannya dari swamiku karena aku masih bingung antara kenyataan "ya atau tidak". Akhirnya akupun menceritakan semuanya padanya, dan dengan rasa cemas2 kami berdua berangkat ke dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melati Husada, disana kami bertemu dengan Dr. Bambang Rahardjo, SP.OG, setelah melihat hasil test pack yang aku bawa dari rumah dan hasil pemeriksaan usg, Dr menyatakan aku positif hamil 4 minggu... Subhanallah, Alhamdulillah... akhirnya yang kami tunggu2 telah datang, kabar baik ini memang sudah lama kami tunggu, karena memang putri kami yang pertama sudah berumur 5 tahun sekarang jadi sudah saatnya dia memiliki adik lagi, hehe...

Seperti kehamilan putri pertamaku, di awal-awal kehamilan inipun aku mengalami morning sickness... mual dan muntah setiap hari, sepanjang hari membuat berat badanku terus menerus turun sampai 4kg, tapi syukur alhamdulillah dengan kondisiku yang seperti ini pertumbuhan jabang bayi dalam kandunganku sehat2 saja, dia tumbuh normal sesuai dengan usia kandunganku saat itu, meskipun asupan makanannya hanya dari susu prenagen dan vitamin yang diberikan oleh dr. Sempat pada waktu usia kandungan 3bulan aku mengalami demam tinggi dan kram sampai harus bolak balik ke dr 3x dalam seminggu, akhirnya dr memutuskan untuk melakukan cek darah, dan alhamdulillah ternyata hanya demam biasa bukan demam berdarah seperti yang diperkirakan...

Begitu kehamilan memasuki bulan ke lima alhamdulillah kondisiku mulai membaik, aku sudah mulai bisa melakukan aktivitas meski masih terbatas karena kondisi yang memang masih lemah, nafsu makanpun sudah mulai hadir meski sedikit memaksa, dan dr pun mulai kesal karena BB ku tak juga naik padahal usia kandungan sudah mulai membesar tapi skali lagi syukur alhamdulillah karena kondisi "dedek" sehat2 saja.
Namun meskipun kondisi fisik aku bisa dikatakan kurang gizi, hehehe maklum BB gak naik2, tapi syukur alhamdulillah aku bisa wira wiri bolak balik tulungagung malang, bahkan saat bulan romadhon tiba akupun bisa melaksanakan puasa dan sholat terawih...
sungguh ini merupakan suatu mukjizat bagiku, bagaimana tidak dengan kondisi fisik yang kering kerontang aku justru merasa sehat menjalani puasa, dr pun tak melarang aku tuk berpuasa asal aku bisa memahami dan menjaga kondisi, mengingat saat itu kondisi "dedek" agak terlambat pertumbuhannya, BBnya tak sesuai dengan usia kandunganku saat itu yang sudah memasuki usia 29minggu...

Sejak saat aku mulai khawatir dengan kondisi jabang bayiku, aku takut terjadi apa2 dengannya, tapi syukur alhamdulillah skali lagi dr menyatakan bahwa "dedek" sehat2 saja hanya memang BBnya masih kecil, itupun tak jadi soal karena bisa dibesarkan di luar yang penting kondisi jabang bayi "matang" di dalam, jadi aku harus banyak mengkonsumsi es krim untuk membantu menaikkan BB "dedek". Mulai saat itu tiada hari tanpa es krim, wuuuih enak tenan.. hehehe

Kini usia kehamilanku sudah menginjak 37 minggu, hari2ku banyak kuhabiskan untuk mempersiapkan semua keperluan "dedek"... alhamdulillah insyaAllah smuanya sudah siap, sekarang hanya tinggal menunggu kelahiran "dedek" saja, tak sabar rasanya ingin cepat melihat wajah malaikat kecil ini... Rasanya sangat luar biasa saat aku memandang kamar yang sudah aku siapkan untuknya, sungguh membuat aku semakin tidak sabar menanti "dedek" cepat-cepat hadir ke dunia. Baju-baju bayi yang lucu-lucu yang sudah tertata rapi, popok, selimut dan barang-barang kebutuhan dedek lainnya. Saat-saat memandangi benda-benda itu semua adalah saat-saat paling menyenangkan, penuh dengan imaginasi membayangkan "dedek" memakainya.

Ya Allah Terimakasih, telah mempercayakan aku untuk mengandung janin ini.. Sehatkanlah dia, sembuhkanlah dia dan sempurnakanlah dia, Jadikan kelak dia putra yang sholeh, qurota'ayun, sehat, murah rezeki dan ditetapkan imannya untukMu

"Ya Allah, peliharalah anakku selama dalam kandunganku dan sembuhkan dia, sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tiada sembuhan melainkan penawar-Mu, sembuh yang tiada meninggalkan kesan buruk. Ya Allah, lahirkanlah dia dan kandunganku dengan kelahiran yang mudah dan sejahtera (selamat). Ya Allah, jadikanlah dia sehat sempuma, cerdik, berakal dan berilmu serta beramal soleh. Ya Allah, elokkan akhlak (perangainya), fasihkanlah lidahnya dan perelokkan suaranya untuk membaca Hadis dan AI Ouran dengan berkat Nabi Muhammad SAW."

Aamiin.. amin.. ya rabbalalamiin..

Read More......

Rabu, 25 Agustus 2010

"letihku"

dalam asa seakan pudar...
enggan kaki melangkah...
terhentinya harapku...
terombang ambing dalam kepalsuan janji,
letiiiiiiih....

dalam puing yang berserak...
terjatuh!
ku coba tuk bergerak...
hmmmm... sesaaaak!

ingatku,
pelangi itu...

Read More......

Rabu, 28 April 2010

"cerita seorang kawan"

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia....." Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. "Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu". Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang.... " Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis.....

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

Read More......

Selasa, 27 April 2010

"Hati-hati"

Selagi asyik nonton “Masihkah Kau Mencintaiku?”, tiba-tiba seseorang berbalik dari TV dan menatapku seraya bertanya,”Masihkah kau mencintaiku?” Cukup kaget juga mendengar pertanyaan itu, dengan gaya serius aku menjawab,”Kamu itu ’cinta matiku’, tidak akan pernah berpaling ke lain hati.” Seperti syair lagunya Mulan Jameela,”Cinta Mati”, “Cinta mati harus dijaga sampai mati. Jangan sampai ke lain hati.” Cinta berbicara tentang komitmen, komitmennya adalah ”sampai maut memisahkan kita”. Hanya kematian yang dapat memisahkan, mungkin itu artinya cinta mati.

Satu lagi, setelah menanyakan pertanyaan tersebut dia berkata,”Saya tidak akan menangis kalau kamu meninggal duluan.” Wah, apa artinya ini? ”Karena saya telah berbuat yang terbaik dalam melayanimu selama hidupku, dan tidak menyesal karena belum berbuat yang terbaik.” Wanita dan pria memang diciptakan berbeda, wanita cenderung menggunakan perasaannya sedangkan pria cenderung menggunakan logikanya. Jadi harus bagaimana? Terima apa adanya!!!

”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” ”Apakah kamu bisa tertarik lagi dengan lawan jenis?” "Bisa.” Memang bisa, karena bila hati tidak dijaga dengan segala kewaspadaan, maka bisa saja tertarik. Memang manusia diciptakan dengan panca indera yang memungkinkan untuk saling tertarik atau kagum. Jadi wajar-wajar saja kalau tertarik dengan seseorang yang memiliki kelebihan tertentu. Ini sebatas dalam rasa kagum yang wajar, setelah itu…. biarkan rasa kagum itu mati dengan sendirinya, waktu akan memadamkannya. Cinta atau ketertarikan yang dilandaskan emosi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berlalunya waktu. Kesalahannya adalah memelihara rasa kagum itu dengan main api, jalan bareng, dan akhirul kata adalah perselingkuhan.”Hati-hati berhubungan dengan lawan jenis karena kita tidak tahu apa akhirnya.”Pernikahan adalah pintu gerbang untuk menempuh kedewasaan sesungguhnya.”

Read More......

Selasa, 13 April 2010

"be positive"

Memang benar bahwa 'mental seseorang itu diuji pada saat krisis'.

Tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian dan bagaimana bisa bangun kembali setelah jatuh. Yang paling penting adalah bagaimana bisa tetap dan terus bersyukur disaat mendapat musibah.

Dengan berjalannya waktu dari masalah yang telah aku alami semakin membuktikan betapa benar bahwa Allah itu maha adil dan sempurna...
pengalaman buruk inilah yang akhirnya membuka mataku, menyadarkan aku dari semua kekhilafan yang selama ini telah aku lakukan. Hanya rasa percaya akan kebesaranNya lah yang mampu membuatku bertahan diatas masalah pelik ini, karena aku yakin dibalik ini semua Dia telah menyiapkan sesuatu yang indah untukku, amin...

Aku yakin keadilan Allah dan cinta Allah terhadap umatNya adlh" di saat manusia diuji dan diberi cobaan yg bertubi2 di situlah letak keadilan Allah, di situlah letak bahwa Allah sangat mencintai UmatNya dan bahwa Dia memperhatikan kita, tetap jalani, lakukan yang terbaik dan berusaha untuk menjalaninya dengan tulus dan ihklas...

memang pada kenyataannya sulit tapi percaya bahwa setiap masalah yang datang pasti akan ada jalan keluarnya, asal kita mau berusaha dan ada niat untuk bisa menyelesaikannya....jadi jangan pernah putus asa dan selalu be positive!!!

Read More......

Rabu, 24 Februari 2010

"renungan seorang ibu"

Seorang anak lelaki kecil bertanya kepada ibunya. “Mengapa Bunda menangis?” “Karena Bunda butuh menangis,” jawab sang ibu. “Aku tak mengerti,” ujar si kecil. Sang ibu memeluk si kecil dan berkata, “Kau tidak akan pernah mengerti.”

Berlarilah si kecil kepada ayahnya. “Ayah, mengapa Bunda menangis tanpa alasan yang jelas… dan bisa kumengerti?” “Semua perempuan seperti itu, menangis tanpa alasan,” jawab sang ayah tanpa peduli.

Pergilah si kecil mencari guru mengajinya, masih dalam kebingungan mengapa Bunda menangis tanpa alasan yang jelas. “Wahai Ustadzah, mengapa ibundaku dan kaumnya begitu mudah menangis?”

Menjawablah sang ustadzah ; “Ketika Allah menciptakan wanita, maka Dia menciptakan mahluk yang sangat special.” “Allah ciptakan mahluk ini lengkap dengan dua bahu yang sangat kuat untuk memikul semua beban dunia, namun dengan lengan yang lembut untuk memeluk anak-anaknya.”

“Allah karuniai mahluk ini kekuatan batiniah yang luar biasa demi menanggungkan pedihnya melahirkan anak yang kemudian akan meninggalkan dan mengabaikannya.”

“Allah berikan mahluk ini ketegaran yang memungkinkannya terus bertahan dan berjuang ketika semua orang lain sudah berputus asa, demi merawat seluruh keluarganya di saat sakit dan lelah tanpa mengeluh.”

“Allah hiasi mahluk ini dengan kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam semua keadaan, bahkan saat si anak menyakiti hatinya.”

“Allah lengkapi mahluk perempuan ini kekuatan untuk menerima suaminya dengan segala kekurangan dan kelemahannya.”

“Allah ciptakan mahluk ini dari tulang rusuk laki-laki demi melindungi hati si laki-laki.”

“Allah karuniai dia kebijaksanaan sehingga mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak pernah menyakiti istrinya, tetapi sering menguji kekuatan dan keteguhan hati si istri dalam mendampinginya.”

“Akhirnya, Allah karuniai wanita dengan air mata untuk dipakainya setiap saat dia membutuhkannya. Dia tidak memerlukan alasan, penjelasan untuk menggunakannya karena air mata itu adalah miliknya.”

“Anakku, kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, tidak pada wajahnya atau sisiran rambutnya. Kecantikan seorang perempuan ada pada matanya, karena itulah pintu gerbang menuju hatinya – tempat cinta bersemayam.”

Si kecil berlalu dengan membawa jawaban yang disimpannya di dalam hatinya dan tidak pernah lagi dia bertanya kepada ibunya, mengapa Bunda menangis?

Oleh : Nurah Tayeb (Seorang wartawati dari Afrika Selatan yang bekerja untuk Aljazeera.com di Doha, Qatar)

Read More......

Jumat, 12 Februari 2010

"hidup mengalir seperti air"

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati." Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit." "Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati." Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu bernama, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.
Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." kata sang Guru.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." Pria itu menolak tawaran sang Guru. "Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?" "Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisasnya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik,
"Sayang, aku mencintaimu." Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, "Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup.

Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!

Read More......

Rabu, 10 Februari 2010

"aku???"

siapa diriku???
itulah sebuah pertanyaan besar yang sampai saat ini belum bisa aku temukan jawabnya...
sejak beberapa bulan lalu, semakin kurasakan bahwa aku yang kulihat di dalam cermin bukanlah sosok ideal yang kuharapkan. Hidupku terasa penuh dengan kepura-puraan, pura-pura bahagia, pura-pura tersenyum dan yang lebih menyakitkan adalah pura-pura 'aku bisa'....
Hidupku terasa penuh kesia-siaan, hidupku terasa hampa...

apakah ini aku???
Jika benar ini aku, kenapa harus terbentuk aku yang seperti ini? mengapa harus menjadi aku yang seperti ini?
Tidak!!! Ini bukan aku, ini hanya tubuhku tapi ini bukan jiwaku... tubuhku bukan dikendalikan olehku, sesatu telah membuat aq menjadi seperti ini, dia telah mengendalikan tubuhku, aku tertidur dalam kesesatan yang nyata. Baguuuun!!!! Bangkiiiiit!!!!

dimana aku???
Ternyata aku berdiri di persimpangan jalan yang mengharuskan aku untuk bisa mengambil keputusan sekarang juga! saat ini! bukan nanti!
Aku sadar sekarang, aku harus memilih jalan yang benar, yang bisa membawaku menuju tujuan menemukan 'aku yang aku', bukan hanya sekedar aku...

Read More......

"hidup adalah......."

Hidup memang penuh misteri, sehingga tak banyak orang yang tahu tentang arti hidup, untuk apa kita hidup??? Apakah hidup itu??? banyak orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam mengartikan hidup.

Hidup adalah ..............
Pertanyaan ini sederhana, namun saya yakin jawabannya pasti beragam. Saya akan mencoba mengisi titik titik setelah kata adalah diatas, maybe:

  • Hidup adalah perjuangan => yang tak akan pernah habisnya sampai kelak kita menghadapNya... Masalah dan cobaan senantiasa datang menghiasi kehidupan ini layaknya warna warni pelangi. Hidup adalah perjuangan untuk mencapai satu tujuan, yaitu KeridhoanNya. Perjuangan untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, yaitu kebahagiaan akhirat. Jadi seberat apapun hidup yang kau rasakan, jangan pernah berhenti untuk berjuang, jangan pernah menyerah. Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita, dan Allah tak akan menguji hambaNya di luar batas kemampuan hamba itu.
  • Hidup adalah kepura-puraan => karena sebenarnya hidup ini kosong, tidak ada artinya jika kita hanya mengisi kehidupan dengan gemerlapnya dunia, karena dunia hanyalah sementara. Sedangkan kehidupan sesungguhnya adalah kehidupan akhirat
  • Hidup adalah tipuan => karena sesungguhnya nikmat yang kita rasakan di dunia adalah bukan kenikmatan yang hakiki, melainkan hanya nikmat yang semu dan sesaat. Sedangkan nikmat yang sesungguhnya adalah nikmat akhirat.
  • Hidup adalah perjalanan => perjalanan panjang yang penuh dengan bumbu dan pengalaman yang unik yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya dan harus kita capai tujuannnya, hidup tak ubahnya sebagai jembatan untuk menuju kehidupan yang sesungguhnya, yaitu akhirat.
Dari semua jawaban tentang hidup adalah..., ternyata jawaban akhirnya tetap satu, yaitu akhirat. Sehingga kesimpulannya adalah "Hidup adalah hidup, hidup berawal dari Allah, diciptakan oleh Allah dan akhirnyapun pasti kembali kepada Allah"


"kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan besok adalah impian"
hidup akan dijalani dan akan terus berjalan, mesti itu pedih tapi ingat Allah tak akan memberi apa yang kita inginkan tapi akan memberikan apa yang kita butuhkan, tetaplah berbaik sangka padaNya, sadar, sabar dan syukur :)

Read More......

Senin, 08 Februari 2010

"memanajemen kegelisahan"

Apakah kamu pernah dihantui perasaan khawatir, tidak tenang, tidak sabar, bingung, cemas??? klo ya mungkin berarti kamu sedang gelisah.

Tak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia pasti pernah merasakan yang namanya gelisah, karena sejatinya sumber kegelisahan itu adalah hawa nafsu... dan sudah menjadi kodrat manusia diciptakan dengan beribu2 bahkan bermilyar2 hawa nafsu. Perasaan gelisah akan muncul tatkala seseorang dikuasi oleh hawa nafsu, keinginan akan sesuatu yang diangan angankan namun kenyataan angan angan itu hanyalah sebuah angan angan yang mungkin tidak akan bisa menjadi kenyataan.

Mengusir perasaan gelisah harus dimulai dari diri kita sendiri, yaitu dengan bersikap tenang dan berfikir dengan tenang pula tentunya, tanpa amarah dan tanpa emosi. Pemikiran yang tenang akan menunjukkan kita jalan keluar dari sumber permasalahan yang sesungguhnya, dan mempersiapkan diri untuk bisa menghadapinya, karena sejatinya tidak semua pengalaman di dunia ini menyenangkan. Selanjutnya yang terpenting adalah harus diikuti dengan bersedia menerima semua permasalahan dengan rasa sabar dan ikhlas...

Read More......

"semua orang ingin bahagia"

Sebenarnya apakah bahagia itu???
Kebahagiaan adalah seimbangnya antara harapan dan kenyataan, harapan itu angan angan, fantasi, keinginan, mimpi yang kita rasakan dialam sadar ataupun dialam bawah sadar, yang bisa kita ceritakan ataupun yang hanya bisa kita rasakan. Sedangkan kenyataan adalah semua yang ada pada diri kita secara nyata, jadi orang yang berbahagia adalah orang yang punya harapan tapi sadar dengan semua kelemahan dan kekurangannya lalu dia membangun dirinya untuk memenuhi harapan itu dan tetap mensyukuri atas semua kelemahan dan kelebihan yang ada.

Bagaimana kita bisa mendapatkan kebahagiaan???
Setiap orang pasti mempunyai cara tersendiri dalam mencari kebahagian, setiap orang juga mempunyai tolok ukur sendiri untuk mengatakan 'aku bahagia'. Apakah dengan bergelimangan harta? ataukah mungkin hanya dengan mendapatkan ketentraman jiwa?

Bagiku harta bukan satu satunya tolok ukur kebahagian yang mutlak, harta hanyalah salah satu bagian dari faktor yang bisa membuat orang merasa bahagia. Apakah dengan bisa membeli segala sesuatu yang diinginkan, dengan harta yang bergelimangan orang akan merasa bahagia? bagaimana jika justru harta itu akan membuat dia selalu merasa takut dan cemas, bahkan mungkin dia akan dihantui rasa takut mati karena takut kehilangan semua harta yang dimilikinya, takut tak bisa lagi menikmati harta itu, apakah ini yang disebut bahagia? ini bukan kebahagiaan tapi ini adalah penyiksaan batin.
Bagiku kebahagian adalah dapat hidup dengan damai tapi bukan berarti tanpa konflik karna dengan mengenal rasa sakitlah manusia mengenal kelembutan hati karna itulah manusia disebut manusia.

jangan kau ragukan datangnya kebahagiaan padamu, karena sesungguhnya kebahagiaan hidup ini sedang menanti kesungguhan kamu untuk membahagiakan dirimu sendiri

Read More......

Jumat, 05 Februari 2010

"ketika smuanya semakin rumit"

ini baru pertama dalam hidupq...
mungkin memang ini jalanMu
untuk menunjukkan kepadaq bahwa hidup adalah perjuangan
perjuangan yang membutuhkan tenaga, pikiran, semangat, kesabaran dan keikhlasan...

tak pernah terbayang dipikiranq,
q akan menghadapi masalah ini
sampai harus berurusan dengan aparat hukum
satu hal yang pernah aq takutkan

tapi inilah kenyataannya...
dan q harus jalani smuanya

smoga memang ini jalan terakhir,
yang bisa membantu kami keluar dari permasalahan pelik ini...
smoga ini adalah jalan terbaik,
yang Engkau pilihkan untuk kami

kuatkan kami ya Rabb
jangan pernah Engkau lepas kami dari dekapanMu

amiiin

DMasiv Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalkani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Read More......